17 Kabupaten/Kota se Indonesia Pelatihan KTR di Bogor

Walikota Bogor dalam sambutan tertulisnya disampaikan Asisten Umum Setdakot Bogor Arif Budianto berharap melalui kegiatan ini dapat menemukan cara yang dibutuhkan untuk lebih mengefektifkan implementasi ketentuan-ketentuan yang terkandung di dalam peraturan-peraturan Kawasan Bebas Rokok seperti Perda yang sudah diterbitkan oleh beberapa pemerintah daerah termasuk Pemerintah Kota Bogor.
Pemerintah Kota Bogor memberlakukan ketentuan tentang Kawasan Tanpa Rokok sejak terbitnya Peraturan Daerah Kota Bogor Nomor 12 Tahun 2009 tentang Kawasan Tanpa Rokok. Banyak alasan mengapa perlu diterbitkan perda Kawasan Tanpa Rokok, karena salah satu diantaranya adalah perlu ada upaya untuk menjamin hak setiap orang terbebas dari pencemaran asap rokok. 


Namun, Diakui walikota, beratnya upaya menerapkan ketentuan-ketentuan Perda KTR mengingat sampai saat dengan ini terwujudnya KTR belum bisa dikatakan ideal, salah satu hambatan di dalam mengimplementasikan KTR adalah masyarakat perokok yang cenderung bersikap mengabaikan imbauan, bahkan juga mengabaikan peraturan daerah yang sudah memiliki kekuatan hukum.
Oleh karena itu melalui pelatihan diharapkan, supaya ada aparatur yang dapat lebih diberdayakan untuk ikut menegakkan peraturan KTR dan memiliki pengetahuan tentang teknik atau tatacara menyadarkan warga masyrakat khususnya perokok agar mau menghormati dan mentaati aturan hukum.
Sementara itu Ketua penyelenggara Training On Smoke Free Enforcement And Implementation Dr. Kartono Muhamad mengatakan bahwa kegiatan ini diselenggarakan atas bekerjasama Tobacco Control Support Center (TCSC) dengan Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI) yang akan berlangsung selama tiga hari mulai dari tanggal 16 – 19 September 2013 mendatang.

Kegiatan ini dikuti oleh 17 orang peserta dari Dinas Kesehatan dan Sat Pol PP dari sembilan Kabupaten/Kota di indonesia yaitu Padang, Balik Papan, Banjarmasin, Pekalongan, Tanggerang, Semarang, Kota Jember, Bogor .
Kartono Muhamad berharap dalan kegiatan ini akan terjadi interaksi atau diskusi yang saling mengisi antara daerah yang satu dengan daerah yang lain dan nanti hasilnya bisa dicoba bersama(Tim/yanSebanyak 17 peserta dari sembilan Kabupaten/Kota di Indonesia mengikuti Training Smoke Free Enforcement  and Implementation (Tobacco Control Support Center).   Pelatihan digelar selama tiga hari dibuka Asisten Umum Sekretariat Daerah  Kota Bogor Arif Mustofa Budianto mewakili Walikota Bogor  di Hotel Royal Bogor Jl. Ir. H. Juanda No. 16 Bogor, (16/9/2013).
Walikota Bogor dalam sambutan tertulisnya disampaikan Asisten Umum Setdakot Bogor Arif Budianto berharap melalui kegiatan ini dapat menemukan cara yang dibutuhkan untuk lebih mengefektifkan implementasi ketentuan-ketentuan yang terkandung di dalam peraturan-peraturan Kawasan Bebas Rokok seperti Perda yang sudah diterbitkan oleh beberapa pemerintah daerah termasuk Pemerintah Kota Bogor.
Pemerintah Kota Bogor memberlakukan ketentuan tentang Kawasan Tanpa Rokok sejak terbitnya Peraturan Daerah Kota Bogor Nomor 12 Tahun 2009 tentang Kawasan Tanpa Rokok. Banyak alasan mengapa perlu diterbitkan perda Kawasan Tanpa Rokok, karena salah satu diantaranya adalah perlu ada upaya untuk menjamin hak setiap orang terbebas dari pencemaran asap rokok. 

Namun, Diakui walikota, beratnya upaya menerapkan ketentuan-ketentuan Perda KTR mengingat sampai saat dengan ini terwujudnya KTR belum bisa dikatakan ideal, salah satu hambatan di dalam mengimplementasikan KTR adalah masyarakat perokok yang cenderung bersikap mengabaikan imbauan, bahkan juga mengabaikan peraturan daerah yang sudah memiliki kekuatan hukum.
Oleh karena itu melalui pelatihan diharapkan, supaya ada aparatur yang dapat lebih diberdayakan untuk ikut menegakkan peraturan KTR dan memiliki pengetahuan tentang teknik atau tatacara menyadarkan warga masyrakat khususnya perokok agar mau menghormati dan mentaati aturan hukum.
Sementara itu Ketua penyelenggara Training On Smoke Free Enforcement And Implementation Dr. Kartono Muhamad mengatakan bahwa kegiatan ini diselenggarakan atas bekerjasama Tobacco Control Support Center (TCSC) dengan Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI) yang akan berlangsung selama tiga hari mulai dari tanggal 16 – 19 September 2013 mendatang.


Kegiatan ini dikuti oleh 17 orang peserta dari Dinas Kesehatan dan Sat Pol PP dari sembilan Kabupaten/Kota di indonesia yaitu Padang, Balik Papan, Banjarmasin, Pekalongan, Tanggerang, Semarang, Kota Jember, Bogor .
Kartono Muhamad berharap dalan kegiatan ini akan terjadi interaksi atau diskusi yang saling mengisi antara daerah yang satu dengan daerah yang lain dan nanti hasilnya bisa dicoba bersama(Tim/yan)Sebanyak 17 peserta dari sembilan Kabupaten/Kota di Indonesia mengikuti Training Smoke Free Enforcement  and Implementation (Tobacco Control Support Center).   Pelatihan digelar selama tiga hari dibuka Asisten Umum Sekretariat Daerah  Kota Bogor Arif Mustofa Budianto mewakili Walikota Bogor  di Hotel Royal Bogor Jl. Ir. H. Juanda No. 16 Bogor, (16/9/2013).

Walikota Bogor dalam sambutan tertulisnya disampaikan Asisten Umum Setdakot Bogor Arif Budianto berharap melalui kegiatan ini dapat menemukan cara yang dibutuhkan untuk lebih mengefektifkan implementasi ketentuan-ketentuan yang terkandung di dalam peraturan-peraturan Kawasan Bebas Rokok seperti Perda yang sudah diterbitkan oleh beberapa pemerintah daerah termasuk Pemerintah Kota Bogor.
Pemerintah Kota Bogor memberlakukan ketentuan tentang Kawasan Tanpa Rokok sejak terbitnya Peraturan Daerah Kota Bogor Nomor 12 Tahun 2009 tentang Kawasan Tanpa Rokok. Banyak alasan mengapa perlu diterbitkan perda Kawasan Tanpa Rokok, karena salah satu diantaranya adalah perlu ada upaya untuk menjamin hak setiap orang terbebas dari pencemaran asap rokok. 


Namun, Diakui walikota, beratnya upaya menerapkan ketentuan-ketentuan Perda KTR mengingat sampai saat dengan ini terwujudnya KTR belum bisa dikatakan ideal, salah satu hambatan di dalam mengimplementasikan KTR adalah masyarakat perokok yang cenderung bersikap mengabaikan imbauan, bahkan juga mengabaikan peraturan daerah yang sudah memiliki kekuatan hukum.
Oleh karena itu melalui pelatihan diharapkan, supaya ada aparatur yang dapat lebih diberdayakan untuk ikut menegakkan peraturan KTR dan memiliki pengetahuan tentang teknik atau tatacara menyadarkan warga masyrakat khususnya perokok agar mau menghormati dan mentaati aturan hukum.
Sementara itu Ketua penyelenggara Training On Smoke Free Enforcement And Implementation Dr. Kartono Muhamad mengatakan bahwa kegiatan ini diselenggarakan atas bekerjasama Tobacco Control Support Center (TCSC) dengan Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI) yang akan berlangsung selama tiga hari mulai dari tanggal 16 – 19 September 2013 mendatang.


Kegiatan ini dikuti oleh 17 orang peserta dari Dinas Kesehatan dan Sat Pol PP dari sembilan Kabupaten/Kota di indonesia yaitu Padang, Balik Papan, Banjarmasin, Pekalongan, Tanggerang, Semarang, Kota Jember, Bogor .
Kartono Muhamad berharap dalan kegiatan ini akan terjadi interaksi atau diskusi yang saling mengisi antara daerah yang satu dengan daerah yang lain dan nanti hasilnya bisa dicoba bersama(Tim/yan)

CopyRight@Kantor Kominfo Kota Bogor