Rabu Besok, Menkop dan UKM Akan Melaunching Pengembangan Model PKL di Bogor

Kepala Kantor Koperasi dan UKM, Taufiqurachman mengatakan, bahwa dipilihnya Kota Bogor sebagai lokasi rintisan model, karena disamping Bogor yang berbatasan langsung dengan Ibu Kota Negara, juga Pemerintah Kota Bogor telah memberikan iklim yang kondusif dalam pengembangan PKL.   “Selama ini, Kota Bogor telah menunjuk  14 zona yang dapat dimanfaatkan dalam pengembangan PKL, “ kata Taufiq
Taufiq menyebutkan,  rintisan model pengembangan PKL di Kota Bogor telah dirintis sejak tahun 2011, dengan melibatkan tiga pihak yakni Akademisi, Business dan Government (ABG) untuk melakukan pembinaan dan penataan PKL.
Lebih lanjut Taufiq menjelaskan, dalam Launching nanti akan diserahkan secara simbolis Sertifikat Laik Higiene dan Sanitasi Pangan oleh Deputi Bidang Pengkajian Sumberdaya UKMK (Usaha Kecil Menengah dan Koperasi)  penyerahan akte pendirian Koperasi pedagang dengan lingkup binaan zona Papandayan dan zona Pengadilan. “ Dua zona PKL ini merupakan pengembangan rintisan model, “ jelas Taufiq.
Selain itu, lanjut Taufiq,  akan diserahkan bantuan kepada KUKM lainnya/tenant Inkubator IPB.  “ Dalam Launching juga akan ada penayangan video aktivitas PKL rintisan model di zona Ekalokasari, Bangbarung dan Gang Selot,” katanya.
Sebelumnya, Deputi Bidang Pengkajian Sumberdaya UKMK Kementerian Koperasi dan UKM,  I Wayan Dipta mendukung  Kota Bogor yang ingin menjadikan pusat kuliner sehat dan didukung oleh para PKL serta pangan yang memperhatikan higienitas dan sanitasi produk yang dijualnya.
Pihaknya memberikan dukungan, salah satunya melalui kajian pengembangan model PKL pangan sehat secara multiyears sejak 2011 hingga 2014. Kajian tersebut dikembangkan pada PKL yang berkoperasi di beberapa lokasi di kota hujan tersebut. "Tujuan dari kajian ini adalah mewujudkan model pengembangan PKL melalui koperasi yang menyajikan pangan aman dan bergizi dengan bisnis PKL yang berkelanjutan," katanya.
PKL yang beroperasi di empat zona yakni Zona Bina Marga, Zona Ekalosari, Zona Gang Selot, Zona Bangbarung Raya ditata dan dibina agar terbiasa memelihara sanitasi di lingkungan tempat usahanya.
Selain itu, pihaknya juga memfasilitasi sertifikasi halal, sertifikasi hygiene, dan sanitasi pangan. "Jumlah PKL model ini  berjumlah 97 orang dan dalam menjalankan usaha didampingi oleh Koperasi Serba Usaha Pedagang Bineka dan Koperasi Serba Usaha Pedagang Selobang," katanya.
Menurut Wayan, model pengembangan PKL kuliner sehat di Kota Bogor mulai diwujudkan melalui koperasi. "Ini akan  mengubah perilaku PKL menuju hidup tertib, bersih, dan sehat, serta makanan jajanan yang hygiene dan halal. Ini sekaligus mempercepat target Kota Bogor menjadi pusat kuliner sehat," pungkasnya.
Jalan Bina Marga ditutup 
Sementara itu, selama kunjungan Menkop UKM di Jalan Binamarga, jalan tersebut akan ditutup sementara mulai pukul 06.00 wib sampai selesai.“ Angkutan Kota nomor 17 dan mobil pibadi yang biasa melintas Jalan Binamarga  akan dialihkan sementara melalui Jalan Pakuan, “ kata Kepala Sub Bagian Pemberitaan pada Bagian Humas Sekretariat Daerah Kota Bogor Pria Gunandi.(yan)

CopyRight@Kantor Kominfo Kota Bogor