SDN Gunung Gede Bogor Kebanjiran “Ngamen”


Sejak dicanangkannya Rampak Kecapi oleh SDN Gunung Gede pada akhir tahun 2012 lalu, kini para siswa SDN Gunung Gede kebanjiran manggung. “ Sejak kami menggulirkan rampak kecapi, kami kebanjiran “ngamen”, kata Kepala Sekolah SDN Gunung Gede Moch Wahyu, di Kantornya, Selasa (8/10/2013).

Terakhir kata Wahyu, anak didiknya mendapat kehormatan ngamen di Taman Kencana (Taken) yang dihelat oleh Komunitas Taman Kencana (KoTK) pada Minggu (6/10) kemarin.  “ Kami diundang para budayawan dan seniman Kota Bogor untuk tampil dalam pentas KoTK, “ kata Wahyu.

Pentas KoTK di Taken mendapat apresiasi dari Wakil Walikota Bogor terpilih Usmar Hariman, dan Staf Ahli Walikota Bogor Edgar Suratman yang juga selaku Ketua KWB (Karukunan Warga Bogor).  “Cukup bagus penampilan anak-anak SD memainkan waditra kacapi, dan perlu terus diperkenalkan kepada para siswa,“ kata Edgar. 

Lebih lanjut Wahyu mengungkapkan, pihaknya menggulirkan program Rampak Kecapi dalam upaya meningkatkan kecintaan anak didiknya terhadap seni Sunda Tradisi. 

Menurut Wahyu, program rampak kecapi digulirkan atas desakan beberapa perwakilan  komite kelas. “Kami diminta oleh orang tua siswa melalui komite kelas untuk memperkenalkan seni budaya sunda, dan kami memilih waditra kacapi yakni alat musik kecapi,”kata dia.



Secara kebetulan, kata Wahyu, SDN Gunung gede punya pengajar seni yang mahir memainkan alat musik kecapi.  “Saya yakin dengan dukungan orang tua siswa rampak kecapi SDN Gunung akan sukses. Buktinya kini kami kebanjiran ngamen. Pada bulan Desember nanti kami juga diundang pentas di salah satu hotel di Jakarta, “ ungkapnya.

Wahyu berharap, dengan diperkenalkan seni sunda pada usia dini, karakter anak didiknya  akan lebih halus, saling menghargai orang lain  dan punya kecintaan yang tinggi terhadap budaya leluhurnya. “Kita berkeyakinan ketika nanti mereka dewasa akan terjauh dari kenakalan seperti tawuran,”pungkasnya.(yan)

CopyRight@Kantor Kominfo Kota Bogor