SDN Bantarjati 9 Bogor Olah Minyak Jelantah Menjadi Biodiesel


Sekolah yang dikomandoi Yayah Komariah tak hanya sebatas mengumpulkan minyak jelantah yang dianjurkan Pemerintah Kota Bogor untuk diolah menjadi  Bio diesel untuk bahan bakar Bus Transpakuan,  tapi, sekolah inipun telah mampu mengolah sendiri minyak jelantah menjadi biodiesel. 

Pengolahan minyak jelantah menjadi biodiesel dipraktekkan langsung oleh puluhan siswa SDN Bantarjati 9 dihadapan 55 orang rombongan SMP Islam Al Muttaqin Kapuk Muara Jakarta Utara  dan staf pengajar dan peneliti dari program Study Lingkungan  Pogram Pasca Sarjana Universitas Indonesia Dr.dr.Tri Edhi Budhi Soesilo, bersama Mahasiswa UI, di SDN Bantarjati 9 Bogor, Sabtu (5/10/2013).

“Saat ini kita telah mencoba mengolah sendiri minyak jelantah menjadi bio diesel walaupun masih dalam skala kecil, “ kata Ely Rachmawati salah satu guru SDN Bantarjati 9 yang membimbing anak didiknya mengolah minyak jelantah menjadi bio diesel.



Ely menjelaskan, untuk mengolah minyak jelantah menjadi biodiesel tidak terlalu sulit, siapkan methanol, soda api, dan minyak jelantah. “ Kita sudah mempraktekkan dengan 3 liter minyak jelantah yang dicampurkan dengan methanol, soda api kemudian diendapkan 12 hingga 14 jam, “ jelas Ely.

Setelah itu, lanjut Ely, lapisan bening campurkan dengan 2 liter air lalu disuling untuk diambil biodieselnya. Biodiesel warnanya bening kekuning-kuningan, Hasilnya, silahkan dicoba untuk bahan bakar kendaraan, dan alat alat industri lainnya. Namun, kami baru bisa skala kecil untuk di rumah-rumah, “ ujarnya.

Menurut Ely, pihaknya setiap hari mengumpulkan minyak jelantah dari para siswa. Hampir setiap hari anak didik kami membawa minyak jelantah ke Sekolah, dan rata-rata per minggunya bisa terkumpul 6 hingga 7 liter minyak jelantah.

Sementara itu Kepala Sekolah SDN Bantarjati 9 Yayah Komariah mengatakan, program pengumpulan minyak jelantah oleh para siswanya menindaklanjuti program Pemerintah Kota Bogor. “Kalau selama ini minyak jelantah yang kita tampung dari para siswa diserahkan ke BPLH (Badan Pengelolaan Lingkungan Hidup) Kota Bogor, tapi, kami mulai mencoba mengolah sendiri minyak jelantah tersebut menjadi biodiesel, “ kata Yayah.



Kedepan, kata Yayah, pihaknya berkeinginan punya tempat untuk mengolah minyak jelantah menjadi bio diesel. “ Nanti akan kita coba bio diesel yang diproduksi oleh siswa SDN Bantarjati 9 diserahkan PDJT (Perusahaan Daerah Jasa Transportasi) untuk digunakan sebagai bahan bakar Bus Transpakuan, “kata Yayah.

Kreativitas siswa SDN Bantarjati 9 ini diapresiasi staf pengajar dan peneliti dari program Study Lingkungan  Pogram Pasca Sarjana Universitas Indonesia Dr.dr.Tri Edhi Budhi Soesilo, bersama Mahasiswa UI yang menyaksikan langsung siswa SDN Bantarjati 9 mengolah minyak jelantah. “ Saya sangat salut, walaupun mereka masih duduk dibangku SD sudah berinovasi. Ini benar-benar kreatif, “ ujar Febry salah satu Mahasiswi UI.

Seperti diketahui,  BPLH  Kota Bogor saat ini menjadi penampung minyak jelantah dari masyarakat yang akan diolah menjadi biodiesel untuk diolah menjadi bakar bus Trans Pakuan yang dikelola PDJT.  BPLH membeli minyak jelantah dari masyarakat seharga Rp3000 perliter (yan)

CopyRight@Kantor Kominfo Kota Bogor