Debat Kandidat


Dari tujuh segmen materi debat, salah satu segmen cukup menarik disimak yakni pertanyaan singkat, mirip pertanyaan cerdas cermat yang dilontarkan pembawa acara debat.  Pembawa acara debat melontarkan pertanyaan secara bergiliran kepada lima pasangan calon.  Pertanyaan  harus dijawab singkat dan cepat.

Uniknya, pertanyaan-pertanyaan tersebut cukup menggelitik seperti pertanyaan soal Tugu Kujang,  Korupsi,  Roti Unyil, Taman Topi, bahkan sampai pertanyaan soal Poligami.

Segmen lainnya yang menarik dalam debat kali ini,  para kandidat saling berdebat untuk menjawab berbagai persoalan di Kota Bogor.  Pasangan nomor nomor 4 Dody Rosadi- Untung W. Maryono  yang  mempertanyakan soal lowongan pekerjaan untuk 100 ribu orang, yang akan digulirkan oleh pasangan nomor 3 Achmad Ru’yat-Aim Halim Hermana.

Menjawab pertanyaan pasangan nomor urut 4 ini, Ru’yat mengatakan, penyediaan lowongan kerja salah satunya dengan cara menggelar bursa kerja secara berkesinambungan. “Jadi, bursa kerja yang melibatkan perusahaan–perusahaan swasta di wilayah  Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi dan Cianjur (Jabodetabekjur) akan kita buka, bukan  hanya sekali dalam setahun,  tapi bisa tiga sampai lima kali dalam setahun, sehingga dalam 5 tahun diharapkan akan terserap 100 ribu lowongan pekerjaan, “ ungkap Ru’ yat.

Soal pendidikan, Ru’yat kembali berjanji akan menyediakan akses pendidikan gratis bagi masyarakat. “Melalui program Bogor Maju, dengan Bogor cerdas,  dana sumbangan pendidikan atau uang pangkal gratis. Selain itu iuran bulanan sekolah termasuk daftar ulang juga gratis, “ ungkapnya.

Aim Halim Hermana menambahkan selain sumbangan pendidikan gratis, pihaknya akan memberikan buku gratis secara stimulan termasuk biaya ujian gratis.

Menjawab pertanyaan yang dilontarkan warga Bogor, soal angka pengangguran pasangan Dody-Untung kembali berkomitmen untuk menekan angka pengangguran di Kota Bogor yang kini mencapai 44.985 orang. 

“Kami akan memprogramkan keterampilan kerja dengan membangun balai latihan kerja di setiap Kecamatan se Kota Bogor, sehingga nantinya para pengangguran sudah siap kerja, “ kata Dody.

Terkait soal Korupsi,  Dody Rosadi menegaskan, pemberantasan Korupsi juga menjadi komitmen pasangan Dody – Untung.  “ 32 tahun kami mengabdi sebagai Birokrat dilingkungan Pemerintah Kota Bogor belum pernah tersangkut soal Korupsi, dan kami tidak akan Korupsi, “ tegasnya.

Masih soal Korupsi, pasangan nomor 2 Bima Arya-Usmar Hariman  juga meneguhkan komitmennya memberantas Korupsi di Kota Bogor. “Kita akan menjalin kerjasama dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk mewujudkan Bogor yang bersih, “tandas Bima.
Sebagai bentuk transparansi anggaran, Bima Arya  berjanji akan memampang APBD Kota Bogor di setiap Kelurahan sehingga rakyat Kota Bogor tahu besaran dan penggunaan anggaran.

Senada dengan Bima,  Usmar Hariman menambahkan,  transparansi anggaran merupakan bentuk dari keterbukaan informasi Publik. “ Besaran dan penggunaan anggaran harus diketahui oleh publik, “ tukasnya.



Sementara itu pasangan nomor 5 Syaiful Anwar-Muztahidin Al Ayubi mendapat pertanyaan mengenai maraknya anak jalanan di Kota Bogor. "Persoalan anak jalanan harus kita giring, dan ditempatkan di rumah singgah untuk dibina, keterampilan kerja dan keterampilan diri. Sehingga setelah pembinaan secara strategis, mereka akan kembali ke masyarakat dengan keterampilan diri yang lebih baik," ujarnya.

Sebelumnya pasangan nomor 1 Firman Halim Sidik-Gartono mendapat kesempatan menjawab pertanyaan tentang persoalan transportasi di Kota Bogor. Dalam waktu 60 detik yang diberikan, pasangan independen ini menjawab persoalan transportasi meningkatkan ketertiban di masyarakat.

"Masyarakat harus dilibatkan untuk bisa tertib, karena kondisi ruas jalan yang tersedia tidak seimbang dengan jumlah kendaraan akibat laju  pertumbuhan penduduk," ujar Gartono.

Diakhir debat ke lima pasangan calon saling bersalaman dan saling  berangkulan sebagai bentuk  kesepakatan  untuk menggelar pemilu yang damai, jujur, adil dan kondusif.  (yan)

 

Debat Kandidat
Debat lima kandidat walikota dan wakil walikota Bogor berlangsung seru. Berbagai pertanyaan dilontarkan dalam debat, mulai dari pertanyaan yang menggelitik hingga pertanyaan seputar persoalan Kota Bogor. Debat yang disiarkan langsung Metro TV pukul 19.30 wib- 21.00 wib, Selasa (10/9/2013) malam, merupakan penutup dari kegiatan kampanye

Dari tujuh segmen materi debat, salah satu segmen cukup menarik disimak yakni pertanyaan singkat, mirip pertanyaan cerdas cermat yang dilontarkan pembawa acara debat.  Pembawa acara debat melontarkan pertanyaan secara bergiliran kepada lima pasangan calon.  Pertanyaan  harus dijawab singkat dan cepat.

Uniknya, pertanyaan-pertanyaan tersebut cukup menggelitik seperti pertanyaan soal Tugu Kujang,  Korupsi,  Roti Unyil, Taman Topi, bahkan sampai pertanyaan soal Poligami.

Segmen lainnya yang menarik dalam debat kali ini,  para kandidat saling berdebat untuk menjawab berbagai persoalan di Kota Bogor.  Pasangan nomor nomor 4 Dody Rosadi- Untung W. Maryono  yang  mempertanyakan soal lowongan pekerjaan untuk 100 ribu orang, yang akan digulirkan oleh pasangan nomor 3 Achmad Ru’yat-Aim Halim Hermana.

Menjawab pertanyaan pasangan nomor urut 4 ini, Ru’yat mengatakan, penyediaan lowongan kerja salah satunya dengan cara menggelar bursa kerja secara berkesinambungan. “Jadi, bursa kerja yang melibatkan perusahaan–perusahaan swasta di wilayah  Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi dan Cianjur (Jabodetabekjur) akan kita buka, bukan  hanya sekali dalam setahun,  tapi bisa tiga sampai lima kali dalam setahun, sehingga dalam 5 tahun diharapkan akan terserap 100 ribu lowongan pekerjaan, “ ungkap Ru’ yat.

Soal pendidikan, Ru’yat kembali berjanji akan menyediakan akses pendidikan gratis bagi masyarakat. “Melalui program Bogor Maju, dengan Bogor cerdas,  dana sumbangan pendidikan atau uang pangkal gratis. Selain itu iuran bulanan sekolah termasuk daftar ulang juga gratis, “ ungkapnya.

Aim Halim Hermana menambahkan selain sumbangan pendidikan gratis, pihaknya akan memberikan buku gratis secara stimulan termasuk biaya ujian gratis.

Menjawab pertanyaan yang dilontarkan warga Bogor, soal angka pengangguran pasangan Dody-Untung kembali berkomitmen untuk menekan angka pengangguran di Kota Bogor yang kini mencapai 44.985 orang. 

“Kami akan memprogramkan keterampilan kerja dengan membangun balai latihan kerja di setiap Kecamatan se Kota Bogor, sehingga nantinya para pengangguran sudah siap kerja, “ kata Dody.

Terkait soal Korupsi,  Dody Rosadi menegaskan, pemberantasan Korupsi juga menjadi komitmen pasangan Dody – Untung.  “ 32 tahun kami mengabdi sebagai Birokrat dilingkungan Pemerintah Kota Bogor belum pernah tersangkut soal Korupsi, dan kami tidak akan Korupsi, “ tegasnya.

Masih soal Korupsi, pasangan nomor 2 Bima Arya-Usmar Hariman  juga meneguhkan komitmennya memberantas Korupsi di Kota Bogor. “Kita akan menjalin kerjasama dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk mewujudkan Bogor yang bersih, “tandas Bima.
Sebagai bentuk transparansi anggaran, Bima Arya  berjanji akan memampang APBD Kota Bogor di setiap Kelurahan sehingga rakyat Kota Bogor tahu besaran dan penggunaan anggaran.

Senada dengan Bima,  Usmar Hariman menambahkan,  transparansi anggaran merupakan bentuk dari keterbukaan informasi Publik. “ Besaran dan penggunaan anggaran harus diketahui oleh publik, “ tukasnya.



Sementara itu pasangan nomor 5 Syaiful Anwar-Muztahidin Al Ayubi mendapat pertanyaan mengenai maraknya anak jalanan di Kota Bogor. "Persoalan anak jalanan harus kita giring, dan ditempatkan di rumah singgah untuk dibina, keterampilan kerja dan keterampilan diri. Sehingga setelah pembinaan secara strategis, mereka akan kembali ke masyarakat dengan keterampilan diri yang lebih baik," ujarnya.

Sebelumnya pasangan nomor 1 Firman Halim Sidik-Gartono mendapat kesempatan menjawab pertanyaan tentang persoalan transportasi di Kota Bogor. Dalam waktu 60 detik yang diberikan, pasangan independen ini menjawab persoalan transportasi meningkatkan ketertiban di masyarakat.

"Masyarakat harus dilibatkan untuk bisa tertib, karena kondisi ruas jalan yang tersedia tidak seimbang dengan jumlah kendaraan akibat laju  pertumbuhan penduduk," ujar Gartono.

Diakhir debat ke lima pasangan calon saling bersalaman dan saling  berangkulan sebagai bentuk  kesepakatan  untuk menggelar pemilu yang damai, jujur, adil dan kondusif.  (yan)
CopyRight@Kantor Kominfo Kota Bogor