Aparat Wilayah Strategis Ajak Warganya Datang Ke TPS


Terlebih lagi, kata Ade, tugas pokok dan fungsi yang diemban, memungkinkan untuk bertemu dan berinteraksi dengan warga. “Kesempatan inilah yang harus dimanfaatkan dan digunakan untuk mengajak dan menyadarkan warga tentang hak dan kewajiban politiknya pada Pilwakot, “ kata Ade.

Diakuinya, bahwa pekerjaan ini memang tidak mudah ditengah terus menurunnya angka partisipasi masyarakat dalam setiap gelaran pesta demokrasi. Namun, kita harus tetap optimis ketika semua potensi dikerahkan, maka partisipasi masyarakat Kota Bogor pada Pilwakot dapat berada pada tataran optimal.

Hal lain perlu diingatkan kepada masyarakat, sambung Ade, bahwa kemampuan masyarakat untuk menerima perbedaan pilihan politik sebagai sesuatu yang wajar dan alamiah.  “Kita harus menyebarluaskan pemahaman ini agar situasi dan kondisi masyarakat tetap kondusif ditengah perbedaan politik yang ada, “ pungkas Ade.



Sementara itu Kepala Bagian Pemerintahan  Sekretariat Daerah Kota Bogor yang juga Sekretaris Desk Pilkada Tri Irijanto mengatakan, sosialisasi kali ini untuk memberikan pemahaman bagi aparatur Kecamatan dan Kelurahan, sehingga mampu memberikan informasi secara luas kepada  warga masyarakat diwilayahnya masing-masing,  guna meningkatkan partisifasi masyarakat dalam memberikan hak pilihnya.

“Tujuannya, agar aparat di wilayah pro aktif mengajak masyarakat datang ke TPS  untuk menggunakan hak pilihnya, pada 14 September mendatang, “kata Tri. 

Tri mengingatkan, aparat di wilayah juga harus pro aktif membantu KPU dalam mengatasi hal-hal teknis penyelenggaraan Pilwalkot. (met)

Editor: yan

 

Aparat wilayah sangat strategis untuk mengajak dan menyakinkan warga yang telah memiliki hak pilih untuk menyalurkan pilihan politiknya pada  Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Bogor pada 14 Septeber mendatang. Hal itu ditegaskan Plh Sekretaris Daerah Kota Bogor Ade Syarip Hidayat dihadapan 370 peserta yang terdiri dari Camat dan Lurah serta para  Kepala Seksi Kecamatan dan Kelurahan dalam sosialisasi Pilwalkot Bogor, di Gedung Bale Binarum Bogor, Rabu (28/8/2013).

Terlebih lagi, kata Ade, tugas pokok dan fungsi yang diemban, memungkinkan untuk bertemu dan berinteraksi dengan warga. “Kesempatan inilah yang harus dimanfaatkan dan digunakan untuk mengajak dan menyadarkan warga tentang hak dan kewajiban politiknya pada Pilwakot, “ kata Ade.

Diakuinya, bahwa pekerjaan ini memang tidak mudah ditengah terus menurunnya angka partisipasi masyarakat dalam setiap gelaran pesta demokrasi. Namun, kita harus tetap optimis ketika semua potensi dikerahkan, maka partisipasi masyarakat Kota Bogor pada Pilwakot dapat berada pada tataran optimal.

Hal lain perlu diingatkan kepada masyarakat, sambung Ade, bahwa kemampuan masyarakat untuk menerima perbedaan pilihan politik sebagai sesuatu yang wajar dan alamiah.  “Kita harus menyebarluaskan pemahaman ini agar situasi dan kondisi masyarakat tetap kondusif ditengah perbedaan politik yang ada, “ pungkas Ade.



Sementara itu Kepala Bagian Pemerintahan  Sekretariat Daerah Kota Bogor yang juga Sekretaris Desk Pilkada Tri Irijanto mengatakan, sosialisasi kali ini untuk memberikan pemahaman bagi aparatur Kecamatan dan Kelurahan, sehingga mampu memberikan informasi secara luas kepada  warga masyarakat diwilayahnya masing-masing,  guna meningkatkan partisifasi masyarakat dalam memberikan hak pilihnya.

“Tujuannya, agar aparat di wilayah pro aktif mengajak masyarakat datang ke TPS  untuk menggunakan hak pilihnya, pada 14 September mendatang, “kata Tri.  

Tri mengingatkan, aparat di wilayah juga harus pro aktif membantu KPU dalam mengatasi hal-hal teknis penyelenggaraan Pilwalkot. (met)

Editor: yan
Aparat wilayah sangat strategis untuk mengajak dan menyakinkan warga yang telah memiliki hak pilih untuk menyalurkan pilihan politiknya pada  Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Bogor pada 14 Septeber mendatang. Hal itu ditegaskan Plh Sekretaris Daerah Kota Bogor Ade Syarip Hidayat dihadapan 370 peserta yang terdiri dari Camat dan Lurah serta para  Kepala Seksi Kecamatan dan Kelurahan dalam sosialisasi Pilwalkot Bogor, di Gedung Bale Binarum Bogor, Rabu (28/8/2013).

Terlebih lagi, kata Ade, tugas pokok dan fungsi yang diemban, memungkinkan untuk bertemu dan berinteraksi dengan warga. “Kesempatan inilah yang harus dimanfaatkan dan digunakan untuk mengajak dan menyadarkan warga tentang hak dan kewajiban politiknya pada Pilwakot, “ kata Ade.

Diakuinya, bahwa pekerjaan ini memang tidak mudah ditengah terus menurunnya angka partisipasi masyarakat dalam setiap gelaran pesta demokrasi. Namun, kita harus tetap optimis ketika semua potensi dikerahkan, maka partisipasi masyarakat Kota Bogor pada Pilwakot dapat berada pada tataran optimal.

Hal lain perlu diingatkan kepada masyarakat, sambung Ade, bahwa kemampuan masyarakat untuk menerima perbedaan pilihan politik sebagai sesuatu yang wajar dan alamiah.  “Kita harus menyebarluaskan pemahaman ini agar situasi dan kondisi masyarakat tetap kondusif ditengah perbedaan politik yang ada, “ pungkas Ade.



Sementara itu Kepala Bagian Pemerintahan  Sekretariat Daerah Kota Bogor yang juga Sekretaris Desk Pilkada Tri Irijanto mengatakan, sosialisasi kali ini untuk memberikan pemahaman bagi aparatur Kecamatan dan Kelurahan, sehingga mampu memberikan informasi secara luas kepada  warga masyarakat diwilayahnya masing-masing,  guna meningkatkan partisifasi masyarakat dalam memberikan hak pilihnya.

“Tujuannya, agar aparat di wilayah pro aktif mengajak masyarakat datang ke TPS  untuk menggunakan hak pilihnya, pada 14 September mendatang, “kata Tri.  

Tri mengingatkan, aparat di wilayah juga harus pro aktif membantu KPU dalam mengatasi hal-hal teknis penyelenggaraan Pilwalkot. (met)

Editor: yan
CopyRight@Kantor Kominfo Kota Bogor