Stasiun KA Sukaresmi Urai Kemacetan di Pusat Kota


Nantinya, Stasiun Kereta Api Sukaresmi tidak hanya untuk naik dan turun penumpang, tapi juga untuk menyimpan rangkaian kereta api.  Stasiun ini akan ditata terpadu dengan moda angkutan lain.

Guna merealisasikan proyek besar ini,  PT Kereta Api Indonesia (PT KAI) menjalin kerjasama dengan Pemerintah Kota Bogor.  PT KAI dan Pemerintah Kota Bogor telah menandatangani MoU (Memorandum Of Undersatnding)  MoU ditandatangani  Walikota Bogor Diani Budiarto dan Direktur Utama PT. Kereta Api Indonesia (persero), Ignasius Jonan.

Dalam perjanjian kerjasama, Pemkot Bogor menyediakan fasilitas penunjang seperti trotoar dan underpass untuk menghindari pelintasan sebidang. Adapun pembangunan stasiun dan stabling dilakukan oleh PT KAI. Langkah ini dilakukan untuk menambah kapasitas angkut penumpang KRL dari Bogor.

Lokasi Stasiun Sukaresmi berada  di antara Stasiun Cilebut dengan Stasiun Bogor. “Jarak dari Stasiun Bogor sekitar 4,7 km, dari Stasiun Cilebut jaraknya sekitar 2,8 km, “ kata Kepala Dinas Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (DLLAJ) Kota Bogor Suharto.

Suharto mengatakan, keberadaan Stasiun Sukaresmi akan mengurai penumpukan penumpang di Stasiun Kereta Api Bogor, yang setiap harinya rata-rata mencapai 80.000 penumpang. Keberadaan Stasiun Sukaresmi kelak  akan mempermudah warga Bogor menuju Jakarta atau sebaliknya dari Bogor ke Jakarta, Itu, karena stasiun akan terintegrasi dengan kendaraan umum,  baik angkutan kota maupun Bis Trans Pakuan.

“Nanti, calon penumpang kereta api dari wilayah Bogor Barat dan wilayah Tanah Sareal tidak perlu lagi harus ke Stasiun Bogor, tapi bisa langsung ke Sukaresmi, “ kata Suharto.

Kendati akan ada stasiun baru, Stasiun Bogor masih tetap dipertahankan, karena stasiun tersebut letaknya strategis, antara lain dekat Kebun Raya, dan dekat dengan perumahan-perumahan  warga Bogor. 

Sementara itu Kepala Seksi Angkutan pada Bidang Angkutan dan Jalan DLLAJ Agus Suprapto  menambahkan, bahwa Pemkot Bogor sudah membebaskan lahan seluas 1,4 hektar dari total bangunan yang mencapai 4,3 hektar. "Kami yakin, pembebasan lahannya akan berjalan dengan baik,"tegasnya.

Agus  mengatakan, perencanaan pembangunan stoplet kereta api di Kelurahan Sukaresmi  mengacu kepada  Perda Kota Bogor No 08 tahun 2011 tentang RT RW. PT KAI sendiri juga sudah mendapatkan mandat dari Presiden RI  berdasarkan Perpres Nomor: 83 tahun 2011 tentang penugasan kepada PT KAI untuk menyelenggarakan prasarana dan sarana kereta api di jalur lingkar Jakarta-Bogor-Depok-Tangerang-Bekasi.

Lalu  kapan Stoplet Sukaresmi akan dibangun ?, Rencananya mulai tahun 2015, namun hingga kini PT KAI belum membebaskan lahan.  Menurut Kepala Humas PT KAI Daop 1 Jakarta, Sukendar Mulya, PT KAI  masih menunggu keluarnya SK walikota karena sesuai dengan Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2012 tentang Pembebasan Lahan Untuk Kepentingan Umum.



Selain itu. PT KAI juga menunggu SK dari Tim Sinkronisasi terkait pembangunan stabling.  Tim Sinkronisasi merupakan gabungan PT KAI dengan Pemkot Bogor  yang diarahkan oleh Walikota Bogor.

Akses Jalan
Untuk mendukung akses menuju Stasiun Sukaresmi, Pemerintah Kota Bogor merencanakan  membangun jalan baru menuju Stasiun Sukaresmi.  Rencananya,  penambahan jalan tersebut akan dibangun dari underpass Jalan Sholeh Iskandar sampai Stoplet Sukaresmi.

“Panjang jalan yang akan dibangun sekitar 500 sampai 600 meter. Dan, rencananya pembangunan jalan akan dimulai pada tahun 2014. “ kata Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kota Bogor Hermansyah.



Penulis : yan

CopyRight@Kantor Kominfo Kota Bogor