Diani Salurkan Hak Pilihnya di TPS 07 Babakan Bogor Tengah.


Diani datang sendiri ke TPS  sekitar pukul 09.00 wib untuk menyalurkan hak pilihnya. Setelah menyerahkan surat undangan mencoblos kepada petugas TPS, sekitar tiga menit Diani mencoblos di bilik suara. Di TPS 7 tercatat 376 pemilih,  Diani melakukan pencoblosan dengan nomor urut panggilan 23.  

Ditanya soal fenomena golput (golongan putih), seusai melakukan pencoblosan   Walikota Diani Budiarto menilai, golput merupakan  hal yaang biasa. Meski demikian warga yang memilih golput tetap tidak bisa menghindari birokrasi. ''Mereka tetap membutuhkan dokumen negara yang diurus pemerintah,'' kata Diani.

Namun, penolakan bisa saja terjadi saat pelaksanaan program pemerintah berjalan. Misalnya, jika pemerintah kota hendak memperbaiki jalan warga yang sebelumnya golput bisa saja menolak dengan bermacam alasan.



Alasan golput, kata Diani, bisa karena banyak faktor. Model pemilihan saat ini dari RT hingga presiden semuanya sama. Warga datang ke TPS untuk mencoblos satu pilihan. Sehingga bisa jadi ada rasa jenuh. “Namun tidak mungkin  diberlakukan hukuman bagi warga yang tidak mau menggunakan hak pilihnya, karena itu hak mereka, “ tukasnya.

Seusai melakukan pencoblosan  Walikota Bogor Diani Budiarto  jajaran Muspida memantau sejumlah TPS. Sasaran pementauan diantaranya TPS 41 Kelurahan Baranangsiang Kecamatan Bogor Timur,  TPS 31 Kelurahan Bondongan Kecamatan Bogor Selatan,  TPS 4 Kelurahan Tegal Lega Kecamatan Bogor Tengah,  TPS 36 Kelurahan Tanah Baru Kecamatan Bogor Utara, dan TPS 10 Kelurahan Tanah Sareal Kecamatan Tanah Sareal. (gus/yan)

CopyRight@Kantor Kominfo Kota Bogor